Tuesday, 07 September 2010
 
 
Main Menu
Home
Visi dan Misi
Profile
Akademik
Fasilitas
Pimpinan
Pegawai
Dosen
Artikel Ilmiah
Web Links
Download
Kolom Ketua
Contact Us
Mutiara Hikmah
Kedewasaan -

Bertambah dewasa tidak cukup hanya bertambahnya umur, ilmu, atau pangkat dan kedudukan. bertambah dewasa Justru ketika mampu mengenali hati dan mengendalikannya dengan baik.



Waktu -

Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana menghargai waktu, berarti sejauh itulah menghargai hidup

 



Laut -

Di dalamnya laut, terhampar kekayaan tiada banding, namun jika keselamatan yang kau cari, carilah di tepi pantai. Tidak ada seorang pun yang bisa menunjukkan kepadamu apa yang sedang setengah tertidur diambang pemahamanmu

 



Cinta Allah -

Allah memberimu dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua mata untuk melihat, tapi mengapa Allah memberimu hanya satu hati? karena Allah ingin agar Dia selalu ada di dalam hatimu



Kebencian -

Tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan, pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi, selalu berdo'a, lupakan masa lalu...selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti matahari yang akan terbit...semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan yang pasti akan berhasil




Get This? Newsflash Scroller PRO for Mambo 4.5.1, © 2004 webraydian.com
Program Studi
Huk. Pid.IslamHuk. Eko. IslamHukum PPIEkonomi IslamPAIBhs. InggrisMatematikaTek. InformatikaBimb. KonselingPerbankan
Website ini Dikunjungi
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin38
mod_vvisit_counterMinggu ini140
mod_vvisit_counterBulan ini389
mod_vvisit_counterTotal29451
 
 
 
 
Newsflash

Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana menghargai waktu, berarti sejauh itulah menghargai hidup

 


Dirjend Dikti Dukung Rubah Status PDF Print E-mail
Written by Supratman Zakir   
Wednesday, 15 April 2009 02:01

STAIN Bukittinggi Jadi Universitas

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Departemen Pendidikan Nasional, dr H. Fasli Jalal, Ph. D, mendukung keinginan pihak pengelola Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syech Djamil Djambek, Bukittinggi, menjadi sebuah universitas.“Ini adalah ide bagus dan langkah positif yang perlu kita respon untuk mengembalikan tantangan pendiikan di Sumatera Barat yang dulu sangat dikenal pihak luar, “ kata Fasli Jalal saat menerima DR. Ismail Novel, M.Ag dan rekannya Drs. Gusrizal dari tim percepatan alih status STAIN ke universitas di Jakarta, Rabu.Menurut Fasli sebagaimana dituturkan Gusrizal untuk percepatan mewujudkan Bukittinggi sebagai kota pendidikan yang berkelas, maka alih status STAIN menjadi universitas adalah langkah yang strategis yang perlu didukung oleh semua pihak.

Dalam penjelasannya kepada Singgalang, Ketua STAIN Ismail memaparkan, ide untuk menjadikan STAIN sebagai universitas ini sesungguhnya sudah lama diwacanakan, yaitu sejak tahun 2006 silam. Untuk itu, sejak ia dipercaya menjadi ketua, langkah ke arah universitas ini terus dilakukan. Ia menyontohkan, untuk menjadi universitas syaratnya perlu empat buah program studi(prodi) eksakta dan 2 prodi sosial. Sekarang ini, STAIN sudah punya dua prodi sebagai cikal bakal, yaitu pendidikan Matematika dan Teknik Informatika. Yang bersifta sosial STAIN juga sudah memeiliki pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan & Konseling.

“Saat ini kita sudah punya 11 program studi dari dua jurusan yang kita meiliki, termasuk D3 perbankan syariah yang ternyata cukup diminati,” ujarnya.Untuk memenuhi syarat itu, STAIN yang saat ini sudah memiliki 1500 mahasiswa dari berbagai daerah; Sumbar, Riau, Jambi dan Sumatera Utara, menurut Ismail yang low profile ini tinggal menambah 2 prodi yang sudah ada disamping terus menambah tenaga pengajar sehingga bisa mencapai 6 dosen setip bidang studi tersebut.

SDM yang seimbang

Keinginan untuk menjadikan STAIN sebagai universitas, kata Ismail, adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang seimbang. Punya nilai ke-Islaman yang tinggi tetapi juga tidak gagap teknologi. Di samping itu, juga untk menghilangkan kesan bahwa sekolah ini hanya untuk mendidik calon imam di masjid-masjid.Ketika pergaulan bebas sulit dibendung, disaat peredaran narkoba susah dihentikan, para orang tua berpikir untuk menyekolahkan ankanya di sekolah agama tetapi juga bisa menguasai tekonologi. Karena itu kata dia STAIN ingin menawab kebutuhan itu di masa mendatang.Ismail mengangankan nantinya pola pendidikan keagamaan (Islam) dipertajam diluar jam – jam matakuliah umum dan teknologi yang bobotnya memang akan makin besar (80-20 persen).

Tetapi akan diperkuat diluar jam-jam tersebut karena nantinya di perguruan tinggi itu seluruh mahasiswa akan di asramakan.Saat ini STAIN yang berkampus di Garegeh dan Kubang Putih ini baru memiliki satu asrama untuk 114 mahasiswi. “Alhamdulillah, kita juga susah dapat mata anggaran untuk pengadaan asrama baru dengan cadangan lahan untuk asrama dan pengembangan kampus sekitas 15 hektar,” ujar Ismal. Ditambah dengan 88 tenaga pengajar yang umumnya sudah S2, 8 Doktor dan 1 orang guru besar, menambah keyakinan Ismail bahwa pihaknya bisa mewujudkan universitas tersebut . “Kalau kota Bukittinggi berkeinginan memiliki sebuah universitas, STAIN siap menawarkan diri untuk itu,” kata Gusrizal menimpali.

Last Updated on Wednesday, 15 April 2009 02:43
 
 
 
 
Registrasi Online
Reg. OnlinePendataan AlumniHasil SPMB 2010
Search
Info Pendidikan
Kement. AgamaKement. DiknasPT Luar NegeriPT. Dalam Negeri
Info Besiswa
Kement. AgamaKement. DiknasPT Dalam NegeriPT Luar NegeriDalam NegeriLuar Negeri
Webmaster YM Status
Regulasi
Prodi PTIKProdi MTKProdi BK
Profile
DosenKaryawanMahasiswa
Arsip Berita
 

Kampus I : Jl. Paninjauan Garegeh Bukittinggi, Kampus II : Jl. Raya Gurun Aur Kubang Putih

© 2010
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.